RSS

Khutbatul Wada’ Penglepasan Santri Kelas Enam Tanggal 8 Juni 1997

17 Agu

Siapa yang menyangka,,,pada siang harinya KH. Ahmad Rifa’i Arief menyampaikan pesan/nasihat dalam acara penglepasan santri yang akan berliburan akhir tahun pelajaran 1996-1997, lalu sore harinya diterima berita duka, bahwa beliau telah kembali ke haribaan Ilahi?

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un!

Untuk mengenang kembali saat-saat terakhir bersama beliau, di bawah ini redaksi memetik kembali khutbatul wada’ yang beliau sampaikan pada tanggal 8 juni 1997.

 Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Anak-anakku!

Hari ini anak-anakku telah mengukir sejarah baru dalam bingkai biografi hidupmu. Peristiwa hari ini akan membawa sebuah kesan yang mendalam dalam rangkaian perjalanan hidupmu. Bahkan peristiwa ini dapat pula menjadi momentum yang berharga dalam memotivisir perjuangan hidupmu di masa mendatang.

Mengapa?

Karena kini kalian telah merasakan betapa nikmatnya hasil jerih payah yang telah kalian curahkan selama perjuangan menuntut ilmu pengetahuan. Kini telah menjadi kenyataan betapa benarnya nasihat kedua orang tua dan gurumu, bahwa kesungguhan, ketekunan, ketabahan, dan kesabaran itu adalah modal utama untuk meraih sukses dalam berbagai aspek pekerjaan, usaha, dan perjuangan. Kini kalian akan tambah yakin bahwa taat kepada Allah, orangtua, dan guru itu membuahkan kebahagiaan dan keuntungan.

Kini kalian lebih sadar, bahwa penderitaan dan kesengsaraan dalam mengikuti disiplin dan sunnah-sunnah pondok itu membawa kenikmatan. Inilah modal besar yang kalian raih untuk terus ditumbuh kembangkan dalam mencapai cita-cita hidupmu di arena kehidupan masyarakat esok dan hari kemudian.

Anak-anakku!

Empat tahun dan ada pula yang enam tahun, kalian hidup di bawah naungan panji-panji Daar el-Qolam, pondok pesantrenmu yang tercinta. Masa itu cukup panjang dan menentukan hitam putihnya kehidupan seorang anak manusia. Selama itu, kalian ditempa dengan disiplin yang ketat, kalian tetap taat. Selama itu, kalian digembleng dengan system belajar yang berat, kalian tetap tabah. Selama itu, kalian tetap tekun menuntut ilmu, patuh terhadap guru, taat terhadap peraturan dan sunnah-sunnah pondok, bahkan kalian ikut pula berperan aktif dalam kancah perjuanagan pondok dengan niat ibadah Lillahi Ta’ala., hanya mencari ridho Allah SWT. Semua itu menjadi factor keberhasilanmu, dan itulah modal besar yang kalian miliki.

Oleh karena itu, kembangkan terus, yakini seyakin-yakinnya, bahwa suskes perjuanganmu sangat tergantung pada sejauh mana kesungguhanmu, ketekunanmu, ketabahanmu, ketaatanmu, dan kesediaanmu untuk berkorban. Berakitrait ke hulu, berenang-renang ke tepian.

Anak-anakku!

Tidak semua kawan-kawanmu selagi duduk di kelas satu dahulu sampai ke batas, meskipun berbeda-beda sebabnya, antara lain:

•           Ada yang karena IQ-nya kurang

•           Ada yang karena budi pekertinya

•           Ada yang karena materialnya;

•           Ada yang karena tekanan dan suasana rumah tangganya;

•           Dan sebagainya.

Kami sangat menghargai mereka meskipun hanya sampai satu tahun atau lebih, bernaung di Pondok Pesantren Daar el-Qolam ini. Tetapi saya sangat menghargai anak-anakku yang sampai ke batas. Oleh sebab itu kami tekankan, kalian betul-betul anak-anakku yang berharga. Oleh sebab itu, hargailah dirimu!

Menghargai diri berarti meletakkan diri pada tempat yang terhormat. Menghargai diri berarti juga tidak mengotori diri sendiri dengan sesuatu yang rendah yang tak berarti sama sekali.

Dalam hal ini, pandai-pandailah anak-anakku menilai sesuatu. Tidak hina orang yang mengendarai sepeda butut dengan karung goni kumal di belakangnya, asalkan kendaraan yang ditumpangi dan barang yang dibawa itu halal dan perlu. Sebaliknya, belum tentu orang yang mengendarai sedan yang mewah itu terhormat dan mulia.

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: