RSS

Cara Lain Menikmati Seni Lintas Media – Review Revolvere Project

30 Jul

Referensi yang menarik untuk menikmati 3 karya seni sekaligus. Namun ebelumnya, perkenankan saya sedikit bercerita…

Mengenal Akang Fahd pertama kali saat kunjungannya di tempat saya “nyantri”, Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Beliau adalah “orang sukses” kesekian yang telah datang ke pondok kami dan memberi motivasi kepada santri-santrinya terutama kami yang saat itu adalah santri kelas akhir. Kagum saya semakin menjadi saat membaca karya beliau, Hidup Berawal Dari Mimpi. Awalnya saya tertarik dengan judulnya yang tak asing lagi bagi para pecinta musik Indonesia. Sungguh, saya kagum. Bahwa bait-bait syair lagu yang menginspirasi itu sanggup menginspirasi beliau jauh lebih dalam melalui cerita-cerita yang beliau paparkan. Atau karya beliau yang lain, Yang Galau Yang Meracau. Selagi lagi kreatifitas saya benar-benar tersentak. Beginikah caranya beliau mencoba memperbaiki akhlak manusia dalam sudut pandangnya sebagai setan dalam novel tersebut. Sekali lagi saya kagum! Two tumbs up for you, Sir!­^_^

Dan saat ini, saya kembali dikagumkan oleh kreatifitas yang benar-benar menakjubkan. Membaca novel? Itu Biasa. Mendengarkan cerita? Juga biasa, apalagi curhatan teman. Nonton sinetron? Huh, sudah jadi hobi kebanyakan ibu-ibu. Berbagi cerita melalui bukan hanya tulisan, tapi juga media audio dan visual, karya yang dinamai Revolvere Project ini tidak hanya memanjakan penikmatnya melalui rangkaian kata yang puitis, namun juga alunan melodi yang syahdu, dan tambahan sedikit drama yang dibuat sesuai dengan jalannya cerita. Karya seni yang apik. Singkat memang, hanya berdurasi tidak lebih dari 10 menit, tapi sanggup membuat imajinasi saya termanjakan.

Karya ini memang bukan karya sosok Fahd Djibran seorang, namun juga keisengan Fiersa Besari-sebagai orang yang bertanggung jawab atas instrumen yang membuat orang berlinang air mata- dan Futih Al Jihadi-sebagai visual artist-yang mengajak penikmat revolvere project ini melanglangbuana ke zona imajinasinya menafsirkan setiap kata yang tertoreh dalam project ini. Ide yang tak biasa. Kreatif, sangat! Apa ini cuma opini saya? Saya rasa tidak. Menurut Akang Fahd, sudah ada 3 skripsi dan 1 tesis yang mengupas Revolvere Project ini. Wow! Applause meriah dari para penggemar sastra rasanya memang pantas mereka dapatkan.

Mari kita nikmati bersama…

  1. Tentang Kita

Project ketiga, tapi justru inilah yang pertama kali membuat saya jatuh cinta J. Terus terang, saya tertipu! Siapa sangka bahwa project ini mengambil sudut pandang seekor hewan lucu seperti kucing. Rangkaian kata yang seyogyanya diutarakan oleh manusia, instrumen yang menyentuh, serta visualisasi yang keren, merupakan kesatuan yang lengkap untuk mengacak-acak imajinasi saya. Kemudian, saya akan mentertawakan diri saya sendiri yang njelimet berpikir siapa tokoh utama dalam video. Penasaran? Check this out!

2. Kau Yang Mengutuhkanku

Lagi-lagi, ketiga seniman di atas membuat saya makin cinta! Apalagi ditambah kisah menarik dan sarat akan makna cinta yang suci. “… Apa arti kita berdua, bermesraan, tapi tak saling mendoakan” atau “di dunia ini ada dua jenis rindu…” merupakan bagian favorit saya. Terus terang saja, video ini menyentuk kalbu saya, betapa bahagianya menjadi sosok wanita dalam video ini. Seandainya, dan seandainya…. Jarang akan kita temukan sosok pria seperti dalam video ini di era yang selalu mengoarkan Hak Asasi Manusia, tapi bukan tak mungkin bukan? Kekonyolan dan kegilaan efek cinta bagi kaum muda sendiri sejujurnya telah diluar batas, tapi selagi kita bisa menjaga diri kita sendiri, bukankah kita pun akan mendapatkan yang juga baik? “Orang yang baik akan mendapatkan orang yang baik pula”. Bukan hanya memanjakan saya (atau mungkin bukan hanya saya), tapi project yang ini juga mampu membuat hati kecil  saya terisak haru. Mungkin hampir seperti sosok wanita dalam karya ini. Namun kemudian saya kembali pada teks selanjutnya “…aku juga manusia biasa yang menginginkannya”.😉

Referensi dan nasihat yang tepat untuk kawan sekalian.

2. Apologia untuk Sebuah Nama.

Sadis! Benar-benar mengoyak hati kecil saya. Sebagai seorang perantau, rindu terhadap beliau yang melahirkan saya tentu saja sangat bisa membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan kata “IBU” mengalirkan air yang selama ini saya bendung dengan kelopak mata saya. Karya ini salah satunya. Tak perlu menunggu lama, saya pun harus repot mencari tisu untuk mengusap air mata yang mengalir deras. Sosok yang hampir terlupakan, begitukah? Miris sekali rasanya bila itu yang terjadi pada kebanyakan orang era ini. Tapi semoga dengan adanya karya ini, dapat menyadarkan setiap insan yang dilahirkan wanita mulia itu, bahwa mereka akan tetap ada untuk mereka, anak-anaknya. Sekali lagi, karya yang brilliant!

Bersiap untuk tersedu?

Kali ini, ketiga seniman kita mengajarkan, atau lebih tepatnya mengingatkan kita bahwa sekalipun seluruh dunia tidak peduli ,membenci, atau bahkan membuang kita, akan ada satu sosok-dimanapun dia berada-yang akan selalu mencintai kita, dan mengingat kita sepanjang hayatnya. Love you mom, I miss you so much!

Well, semoga Revolvere Project ini bisa menjadi motivasi bagi kita. Bagi yang senang menulis, belajarlah menulis dari sudut pandang yang tidak biasa. Bagi yang senang bermusik, cobalah ciptakan instrumen yang sedemikian membuat banyak orang tersentuh, atau termotivasi mungkin. Dan bagi yang suka menjadi sutradara, mungkin anda bisa belajar membuat scene sederhana dari hal-hal kecil yang terjadi disekitar kita yang penuh arti tersirat.  Dengan begitu, mungkin Andalah seniman selanjutnya yang dapat  mengguncang dunia seni seperti ketiga seniman kita diatas. Tidak lupa, bagi Anda yang tidak termasuk ketiga kategori tersebut alias penikmat seni-jika tak ingin disebut orang yang tidak bisa apa-apa dalam seni-, seperti saya, semoga hal ini bisa menjadi hiburan yang menarik bagi Anda. Thanks!🙂

Allahu a’lamu bisshowab

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 30, 2012 in Shine Article

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: